Selasa, 18 November 2014

Anak kecil yang ingin tahu ! : "Sebuah upaya sederhana pada alam"



Mentari yang merangkak naik dilangit bagian timur. Pagi menyambut pada pembeli yang sibuk memilih belajaannya. Pasar pun mulai ramai.

Saat itu seorang ibu telah mengajak anak perempuannya. Bersamanya membeli beberapa bahan makanan.


Beberapa bahan makanan telah mereka beli. Kantung plastik hitam yang penuh dengan bahan makanan memenuhi kedua tangan mereka.

"Hey nak apa yang sedang kamu lakukan ?"

"Ah tidak ... "

Si anak kecil itu terdiam melihat seorang pemuda yang sedang memakan sebuah gorengan. 
Tepat diseberang jalan - sebuah pertidaan yang berisikan taman jalan. Seorang pemuda duduk. Ia memakan beberapa gorengan yang ada dalam kantung plastik putih.

Sang ibu terheran melihat putrinya yang nampak serius memperhatikan pemuda itu.

Gorengan yang ia santap pun habis. yang tersisa hanyalah sebuah bungkus plastik bening bekas gorengan. Tanpa ragu ia memasuka bekas kantung plastik itu kedalam sakunya.

"Nak,.. suatu saat nanti jika engkau punya pacar atau suami, ibu harapkan jangan cari yang seperti pemuda itu !"

Anak kecil itu terheran akan tingkah laku yang dilakukan sipemuda itu. Ditambah lagi ucapan dari ibunya.

"Kenapa bu ?"
"Emang ada yang salah kah ? "

"Ya jelas,.. kau lihat sendiri kah !"
"Ia memasukan plastik bekas gorengannya kedalam sakunya!"
"Itu tandanya ia terlalu irit"
"Emang bekas gorengan masih bagus, tapi ga nyampe segitunya kali"
"Kalau kelak dia jadi suamimu,.. Rumahmu pasti dipenuhi sampah yang tidak berguna!".

"Iya bu,... !!!??"

Tanpa berkomentar anak itu menjawab seruan ibunya. Namun raut wajahnya tak bisa dibohongi. Ia masih pernuh dengan rasa penasara.

Rasa penasarannya tak bisa terbendung lagi. Ia menghampiri pemuda itu.

"Hei,.. mau kemana ?"

"Sebentar bu,... "

---

"Kak ,.."

"Hmmmm ,.. Ada apa ya ?"

"Boleh aku bertanya sesuatu ?"

"...."

"Mo nanya apa ya ?"

"Gini ka,.. tadi aku melihat kakak sedang makan gorengan,.. "
"Trus aku lihat kakak memasukan bekas gorengannya kedalam saku "
"Aku heran,.. itu untuk apa ya ?"

Mendengar pernyataan anak tersebut, pemuda itu tersenyum.

"Kirain mo nanya apa!"

"Gini ya de, kakak tuh emang udah bawaannya kali,.."
"Plastik ini kan memang sampah,.. Kak serasa gak enak saja klo harus buang sampah sembarangan"
"Bagi kakak, serasa malu gtu,.. yah,.. walaupun ga ada yang lihat kita buang sampah"
"Mungkin sudah didikan dari kecil nya kali,.. untuk tetap menjaga lingkungan",...

"Ohhhh,... gitu toh".,..

"Emang knapa gtu ?"

"Ahh,.. engga mo nanya ajah,"

"Hmmm,.. ia deh ga apa-apa"

"Adeeee,.. ayo pulang ! kamu lagi ngapain di sana sih "

"Ia bu sebentar,."
"Makasih ya kak"

"Ia sama-sama"

Anak itu akhirnya pergi bersama ibunya. Dalam harinya kini telah lega. Ia menarik beberapa kesimpulan:
- Kita tak bisa menilai seseorang dari apa yang kita lihat. Apalagi hanya sekilas.
- Kalau kita tak yakin aka sebuah pernyataan, tanyakan dan carilah jawaban sebenarnya.
- Kita perlu menjaga alam, sekecil apapun yang kita lakukan, contohnya dari membuang sampah.

^_^ ,...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar