Mentari yang merangkak naik
dilangit bagian timur. Pagi menyambut pada pembeli yang sibuk memilih
belajaannya. Pasar pun mulai ramai.
Beberapa bahan makanan telah mereka
beli. Kantung plastik hitam yang penuh dengan bahan makanan memenuhi kedua
tangan mereka.
"Hey nak apa yang sedang kamu lakukan ?"
"Ah tidak ... "
Si anak kecil itu terdiam melihat
seorang pemuda yang sedang memakan sebuah gorengan.
Tepat diseberang jalan - sebuah
pertidaan yang berisikan taman jalan. Seorang pemuda duduk. Ia memakan beberapa
gorengan yang ada dalam kantung plastik putih.
Sang ibu terheran melihat putrinya
yang nampak serius memperhatikan pemuda itu.
Gorengan yang ia santap pun habis.
yang tersisa hanyalah sebuah bungkus plastik bening bekas gorengan. Tanpa ragu
ia memasuka bekas kantung plastik itu kedalam sakunya.
"Nak,.. suatu saat nanti jika
engkau punya pacar atau suami, ibu harapkan jangan cari yang seperti pemuda itu
!"
Anak kecil itu terheran akan
tingkah laku yang dilakukan sipemuda itu. Ditambah lagi ucapan dari ibunya.
"Kenapa bu ?"
"Emang ada yang salah kah ?
"
"Ya jelas,.. kau lihat sendiri
kah !"
"Ia memasukan plastik bekas
gorengannya kedalam sakunya!"
"Itu tandanya ia terlalu
irit"
"Emang bekas gorengan masih
bagus, tapi ga nyampe segitunya kali"
"Kalau kelak dia jadi
suamimu,.. Rumahmu pasti dipenuhi sampah yang tidak berguna!".
"Iya bu,... !!!??"
Tanpa berkomentar anak itu menjawab
seruan ibunya. Namun raut wajahnya tak bisa dibohongi. Ia masih pernuh dengan
rasa penasara.
Rasa penasarannya tak bisa
terbendung lagi. Ia menghampiri pemuda itu.
"Hei,.. mau kemana ?"
"Sebentar bu,... "
---
"Kak ,.."
"Hmmmm ,.. Ada apa ya ?"
"Boleh aku bertanya sesuatu
?"
"...."
"Mo nanya apa ya ?"
"Gini ka,.. tadi aku melihat
kakak sedang makan gorengan,.. "
"Trus aku lihat kakak
memasukan bekas gorengannya kedalam saku "
"Aku heran,.. itu untuk apa ya
?"
Mendengar pernyataan anak tersebut,
pemuda itu tersenyum.
"Kirain mo nanya apa!"
"Gini ya de, kakak tuh emang
udah bawaannya kali,.."
"Plastik ini kan memang
sampah,.. Kak serasa gak enak saja klo harus buang sampah sembarangan"
"Bagi kakak, serasa malu
gtu,.. yah,.. walaupun ga ada yang lihat kita buang sampah"
"Mungkin sudah didikan dari
kecil nya kali,.. untuk tetap menjaga lingkungan",...
"Ohhhh,... gitu toh".,..
"Emang knapa gtu ?"
"Ahh,.. engga mo nanya
ajah,"
"Hmmm,.. ia deh ga
apa-apa"
"Adeeee,.. ayo pulang ! kamu
lagi ngapain di sana sih "
"Ia bu sebentar,."
"Makasih ya kak"
"Ia sama-sama"
Anak itu akhirnya pergi bersama
ibunya. Dalam harinya kini telah lega. Ia menarik beberapa kesimpulan:
- Kita tak bisa menilai seseorang
dari apa yang kita lihat. Apalagi hanya sekilas.
- Kalau kita tak yakin aka sebuah
pernyataan, tanyakan dan carilah jawaban sebenarnya.
- Kita perlu menjaga alam, sekecil
apapun yang kita lakukan, contohnya dari membuang sampah.
^_^ ,...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar